PENGALAMAN SELAMA DI KAMPUNG INGGRIS PARE (PART 2)

BULAN PERTAMA DI PARE

Tanggal 9 Agustus 2016, aku berangkat menuju Pare, diantar keluarga dari Surabaya. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan kendaraan pribadi. Berbekal GPS sampailah kami di Kampung Inggris. Tempat pertama yang kami tuju adalah kantor Eureka Tour di jl.Brawijaya. Disana petugas mengarahkan alur registrasi menuju kos LMA House dan Front Office Elfast (tempat kursusku).

Lembaga Kursus ELFAST (Tampak Depan)

Aku menuju tempat kos terlebih dahulu. Selain untuk istirahat sejenak juga untuk booking lemari baju atau tempat tidur sesuai pilihan kita. Saat itu aku memilih tidur di sebelah dinding. Kebetulan baru aku saja yang tiba di kamar tersebut. Setelah meletakkan beberapa barang, aku dan keluarga menuju Elfast. Ternyata lumayan juga jarak antara kos dan elfast. Di front office bertemu Mr.Ken. Aku diberi kuitansi asli dan diminta untuk datang besok jam07.00 untuk menghadiri Technical Meeting (TM) di gedung Elfast lantai 2.

Mengingat jarak kos dan elfast yang lumayan jauh, maka aku berinisiatif untuk menyewa sepeda. Di kantin elfast terdapat penyewaan sepeda. Harganya 60.000/bulan. Karena jumlah murid yang menyewa sepeda banyak, aku kehabisan pilihan, tinggal 2 sepeda saja yang tersedia. Ya gpp lah, daripada jalan kaki. Bapaknya bilang 2 minggu lagi boleh tukar sepeda karena banyak murid yang akan mengembalikan sepeda.

Sepeda Sewaan Pertamaku (Warna Coklat)

Setelah mendapatkan sepeda, keluarga pamit untuk kembali ke Surabaya. Aku diantar kembali ke kos. Teman kosku pun datang. Ada 2. Ternyata tetangga, dari Sidoarjo. Masih muda-muda baru lulus SMA. Jadi berasa tua, hehe. Kamar sebelah juga bertiga, dan senangnya ada yang lulusan kesehatan juga (Gizi). Malamnya kami makan bersama diluar.

LMA House Members

Sebenarnya aku bayar untuk sekamar berdua, teman-teman di kamar sebelah juga begitu. Tapi kami berakhir menjadi sekamar bertiga. Kata pemilik kos, meskipun satu kamar bertiga tapi kamarnya luas. Jadi mereka tidak berkomunikasi dulu dengan kami. Kami mau menolak juga gimana, besok sudah mulai masuk kelas. Dinikmati saja. Untungnya teman-teman di kos sangat ramah dan lumayan bisa melepas lelah setelah kelas yang lama. Jadi nyaman-nyaman saja. Kos dibuka jam 06.00-21.00, lebih dari itu gerbang akan dikunci. Kalau pulang terlambat bisa minta tolong teman-teman untuk membukakan gerbang.

Besoknya saat TM kami diberikan pengarahan dan motivasi, informasi tentang jadwal kelas Efast 1, dan diperkenalkan dengan para pengajar di elfast. Saya mendapat teman baru saat TM, dari bali dan manado. Setelah TM,tidak ada kegiatan. Kegiatan belajar dimulai tanggal 11. Jadwal kelas Efast 1 ada 5x pertemuan/hari.

05.30-07.00 Miss F (Grammar)

07.00-08.30 Miss Y (Grammar)

10.00-11.30 Miss F (Grammar)

11.30-13.00 Miss A (Speaking)

16.00-17.30 Miss Y (Grammar)

Dengan jadwal seperti itu, maka praktis jam sarapan berubah menjadi jam08.30, karena jarak kos dan kursus yang lumayan jauh, jadi aku tidak pulang ke kos. Kalau pulang malah capek buat PP. Ternyata tidak hanya aku saja, beberapa teman juga seperti itu. Biasanya kami makan pagi bareng di warung depan Elfast. setelah itu aku dan teman-teman sudah kumpul di mushola, biasanya jam09.00, bisa ngobrol, ada yang ngaji dan sholat dhuha juga. Lalu jam09.50 kami menuju kelas berikutnya, biasanya duduk di teras kelas sambil nunggu jam pergantian kelas. Jam13.00 baru aku pulang ke kos.

Teachernya enak kalau menjelaskan, sampai kita paham. Dan yang aku suka, spidolnya warna-warni di papan tulis. Jadi tahu mana point yang penting. Di akhir pembelajaran (akhir bulan) ada ujian tulis untuk kelas grammar dan ujian speaking. Kalau lulus baru bisa dapat sertifikat.

Ujian tulis ada 3 tahap. Ujian pertama, multiple choice sebanyak 100 soal. maksimal salah 20 baru bisa lulus. Setelah ujian tahap 1 lulus, lanjut ujian tahap 2 yaitu writing. Kalau mau lulus sama sekali ngga boleh ada salahnya. Ujian kedua ini banyak banget yang ngulang. Gpp biar makin pinter, hehe.. Ujian tahap terakhir yaitu ujian Modal. Kriteria lulusnya juga sama seperti sebelumnya, yaitu Tidak boleh ada salah satu nomor pun. Kira-kira ada 15 soal.

Satu kelas isinya sekitar 25 anak kalau ngga salah ingat, hehe.. tapi lama-lama semakin berkurang dengan seleksi alam. Seringnya karena sakit atau lelah karena jadwal yang padat. Ada juga yang harus kembali ke tempat asal karena ada keperluan seperti tes penerimaan kerja atau kuliah. Termasuk aku yang ngga ikut kelas terakhir karena harus kerja saat weekend.

Kami membuat grup Whatsapp yang alhamdulillah masih aktif sampai sekarang. Seringkali tiap weekend teman-teman kumpul di tempat makan untuk dinner bersama. Tapi aku ngga pernah bisa ikut karena harus kerja.

E-Fast1 A Members

Lihat semua foto-foto ini jadi kangen pare dan teman-teman. Miss you guys. Gimana kabarnya? :’)

Cerita Sebelumnya : PENGALAMAN SELAMA DI KAMPUNG INGGRIS PARE (PART 1) : Cara Daftar Lembaga Kursus di Kampung Inggris

Kampung Inggris Part 1

Setelah lulus kuliah, banyak rencana yg diinginkan pengen kesana kesini, pengen ngelamar di stasiun TV karena kebetulan lulusan S.Ikom dengan major Broadcast. But it’s not easy, alhasil mencoba peruntungan ke BANK BCA (Baca cerita gue tentang Tes Bank BCA ).
Sampai pada akhirnya rencana gue yang tertunda untuk pergi ke Kampung Inggris jadi pilihan gue. Awalnya berencana ke Kampung Inggris itu untuk periode 25 Oktober 2015 tapi berhubung mau mencoba untuk mencari kerja jadi di urungkan.

Sampai akhirnya memustuskan untuk ke Kampung Inggris tanggal 25 November setelah selesai tes di Bank BCA dan sambil menunggu kabar gembiran (Amin) dari Bank BCA.

23 November 2015, akhirnya berangkat menuju Kampung Inggris yang terletak di Kediri tepatnya di Pare, Jawa Timur. Setelah mencari nformasi tentang Kampung Inggris memilih Eureka Tour untuk menjadi jasa travel saya untuk mengurus tempat les saya dan penjemputan saya setelah sampai di Kediri.

Dengan menggunakan Kereta, dan dengan nyali besar (karena ini pertamKediri
nya pergi sendiri ke tempat yang sama sekali gak ada saudara disana). Di Kereta gue duduk sama seorang pria yg kebetulan baru pulang dari Cina dan kebetulan dia asli Kediri, selama perjalanan dia menceritakan tentang Kampung Inggris, Gumul yg menjadi Icon Kediri, dll, membuat saya tidak sabar untuk sampai disana.

Oh ya, banyak alat transportasi untuk menuju Kampung Inggris, bisa dengan kereta, pesawat, maupun bis. Saya memilih naik kereta Gajahyana, dari stasiun Gambir sampai Stasiun Kediri menghabiskan waktu 12 jam, waktu itu jadwal kereta saya pukul 18.00 WIB sampai disana pukul 6.00 WIB. Karena perjalanan malam jadi saya tidak bisa melihat pemandangan sekitar dan saya hanya menggobrol dan nonton tv.

24 November 2015 saya sampai di Kediri, disana saya di Jemput oleh petugas travel Eureka Tour, saya memilih di jemput menggunakan mobil karena harganya tidak jauh beda dengan motor, satu mobil berisi empat orang yang ternyata mereka semua adalah peserta yang ingin belajar di Kampung Inggris.

Perjalanan stasiun Kediri ke Kampung Inggris menghabiskan waktu 1jam perjalanan. Selama perjalanan saya memilih tidur hanya bangun saat pak supir teriak kalau ini lah ikon Kediri. Wah ternyata Gumul seperti tembok yg ada di paris persisi yg saya liat di film2.

Gumul, Ikon kota Kediri.
Perjalanan dari Gumul ke Kampung Inggris hanya sekitar 30 menit. Sesampainya di Kampung Inggris saya diturunkan di Kantor Eureka untuk mengurus tempat les saya. Sampai disini dulu ya, nanti di lanjut ceritanya. See ya
RA
Disalin dari http://tulisanra.blogspot.co.id/2016/02/kampung-inggris-part-1.html

LPDP Love Story :’)

Berhubung banyak yang nanya apa itu Beasiswa LPDP dan gimana caranya buat dapetin Beasiswa LPDP, saya coba jelasin satu- satu berdasarkan pengalaman saya kemarin ya.

Oke, firstly, saya mau kasitau informasi mengenai apa itu Beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada warga negaranya untuk menyelesaikan studi magister dan/atau doktor dalam bidang studi yang menjadi prioritas LPDP di universitas dalam atau luar negeri yang memiliki reputasi tinggi. Pemberian beasiswa ini bertujuan untuk mendukung Continue reading

Perencanaan Muda: Langkah-langkah Melanjutkan PhD di Inggris dgn Beasiswa LPDP. Muhammad Rezki Hr, beasiswa Doctoral 22 tahun.

Teramat besar rasa bersalah yang akan saya rasakan apabila saya tidak membagikan informasi mengenai  cara untuk melajutkan PhD di Inggris. Alasan pertama karena dengan tidak membagikan informasi tersebut, bagi saya itu sama saja dengan membiarkan orang lain terperosok dalam lobang yang sama. Saya tidak ingin membiarkan mereka yang ingin meniti langkah yang sama dengan saya mengalami kesusahan yang sama pula. Saya ingin mereka lebih mudah nantinya karena sudah mempelajari dari apa yang telah saya lalui. Kedua, sudah banyak orang yang bertanya tentang cara-cara tersebut kepada saya. Saya pikir, agar lebih mudah ada baiknya saya tuliskan saja sehingga nanti bila ada yang bertanya kembali, saya tinggal merefer ke blog ini.

Sebenarnya tentu sudah banyak tulisan yang tersebar di dunia maya atau pun dunia nyata yang mirip dengan apa yang akan saya tulis di sini. Tapi saya tetap saja ingin menuliskannya karena tentu akan ada kasus yang berbeda, sedikit banyaknya. Selain itu, bedanya dari tulisan yang lain, saya berniat akan melengkapi dengan penjelasan timeline/lamanya waktu yang dibutuhkan dan dilengkapi juga dengan contoh langsungnya dari tiap-tiap langkah yang harus dilalui, semisal contoh proposal penelitian, email korespondensi, dan personal statement—yang keduanya saya lihat masih jarang ada di tulisan-tulisan lain di dunia maya. Alasan yang mendorong saya untuk melampirkan contoh adalah karena saya tahu betul bahwa sebagian dari mereka yang ingin sekolah ke luar negeri masih memiliki kemampuan bahasa Inggris yang terbatas—termasuk saya. Untuk berkomunikasi dengan pihak kampus saja terkadang susahnya minta ampun untuk menyusun kata-kata. Bahkan terkadang harus minta direview dulu oleh teman, atau minimal direview oleh google translate. hehe

To cut long story short, pada tulisan ini saya hanya akan menyampaikan langkah-langkah umum saja yang akan diberi penjelasan singkat. Untuk rinciannya, saya akan muat di tulisan yang berbeda—yang insya Allah akan bertahap saya tulis ke depannya. Well, berikut langkah-langkahnya:

Mantapkan niat untuk PhD

Kaedah dalam beragama—sesungguhnya amalan itu bergantung dari niatnya—juga berlaku dalam mengambil studi PhD. Karenanya, pertanyaan pertama yang harus anda jawab sendiri sebelum memutuskan untuk melakukan langkah-langkah berikutnya adalah: apa yang anda harapkan dari PhD? Nah, untuk membantu anda menjawab pertanyaan tersebut, sebenarnya ada lagi beberapa pertanyaan lainnya yang harus anda jawab in advance: sebenarnya apa itu PhD? Semoga tulisan saya berikut bisa membantu anda menemukan jawabannya: Apa, Mengapa,dan Bagaimana PhD?

Mantapkan bidang riset yang akan anda tekuni dan temukan supervisor yang cocok

Menjadi mahasiswa PhD adalah menjadi ahli di bidang yang sangat spesifik. Bisa jadi hanya ada segelintir orang yang ahli di dunia ini dalam bidang tertentu. Ada beberapa tips sebenarnya untuk menentukan bidang riset apa yang baik untuk anda ditekuni. Tips tersebut saya tuliskan berbarengan dengan tips cara mencari supervisor yang cocok dalam tulisan berikut: Menentukan Bidang Riset dan Mencari Supervisornya.

Belajar dan tes IELTS

Mempelajari dan melakukan tes IELTS hemat saya adalah di antara langkahawal yang harus diambil. Alasannya karena ketika anda telah memutuskan untuk mendaftar PhD, anda akan banyak menggunakan Academic English seperti menyusun proposal, membuat personal statement, diwawancarai oleh supervisor, dll. Dan IELST dirancang sesuai kebutuhan itu semua. Tentang apa itu IELST sila simak tulisan saya berikut: Apa itu IELTS? Dan bila anda berniat untuk mengambil IELTS Preparation, tulisan saya Pengalaman Kursus IELST di Parebisa menjadi salah satu pertimbangan. Dan apabila anda langsung ingin tes IELTS saja, tulisan saya mengenai Dimana dan Bagaimana Test IELTS barangkali bisa membantu.

Susun proposal penelitian

Proposal penelitan merupakan hal yang paling berpengaruh dalam penilaian anda akan diterima atau tidak sebagai mahasiswa PhD di sebuah kampus. Saya akan menuliskan tips-tips menulis proposal Phd pada tulisan berikut: Tips Menulis Proposal PhD. Pada tulisan tersebut saya lampirkan pula proposal penelitian yang dulu saya gunakan untuk mendaftar PhD di Inggris.

Hubungi supervisor dengan melampirkan proposal

Pengalaman saya berkorespondensi dengan supervisor akan saya tuliskan pada tulisan:Menghubungi Supervisor. Akan saya ceritakan lika-likunya dan akan saya lampirkan email-email saya kepada beberapa Profesor yang pernah saya hubungi.

Mendaftar secara resmi ke kampus

Proses pendaftaran universitas di Inggris seluruhnya bisa dilakukan secara online. Karena itu, terlebih dahulu anda perlu untuk membuat akun pendaftaran pada portal pendaftaran masing-masing kampus. Namun sebelumnya, saya sangat menyarankan anda untuk membaca petunjuk pendaftaran yang biasanya juga memuat tentang apa saja yang perlu anda persiapkan untuk mendaftar. Meskipun ada peluang masing-masing kampus meminta persyaratan yang berbeda, namun secara umum persyaratannya adalah:

  1. Ijazah dan transkrip nilai S1 dan S2 asli dan translate
  2. Proposal penelitian
  3. Sertifikat IELTS—standar IELTS masing-masing kampus dan jurusan berbeda, dari 6.0 hingga 7.0
  4. Scan paspor
  5. Dua surat rekomendasi
  6. Statement of Purpose
  7. CV

Untuk tips menyusun surat rekomendasi dan statement of purpose, silakan baca tulisan saya berikut: Contoh Recommendation Letter dan Personal Statement.

Menunggu wawancara

Setelah pendaftaran selesai dan persyaratan lengkap, biasanya beberapa kampus ada yang mempersyaratakan wawancara via skype—namun ada juga yang tanpa wawancara. Biasanya wawancara dilakukan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah pendaftaran selesai. Nah, sambil menunggu wawancara saya menyarankan anda untuk banyak membaca referensi terbaru dari bidang riset yang akan anda geluti untuk mencari state of the art dari bidang tersebut. Juga, anda sangat perlu untuk membaca karya-karya dari supervisor yang akan mewawancarai anda. Hal ini penting demi kelancaran dan nilai plus ketika proses wawancara.

Melakukan wawancara

Mengenai teknis dan daftar pertanyaan ketika wawancara saya muat pada tulisan berikut:Wawancara PhD.

Mendapatkan offer letter

Apabila wawancara anda memuaskan, maka insya Allah anda akan diterima di kampus yang anda inginkan. Tanda penerimaan tersebut biasanya adalah dikirimkannya offer letter ke email anda. Offer letter ada dua jenis, yaitu conditional (apabila masih ada persyaratan yang harus anda penuhi) dan unconditional (apabila persyaratan anda telah lengkap). Isi dari offer lettersecara umum adalah mengenai rincian program yang akan anda ikuti: start date, supervisor, tuition fee, dll.

Mengurus ATAS

Apa itu ATAS dan bagaimana cara mengurusnya? Silakan buka tulisan saya berikut: Apa dan Bagaimana ATAS?

Mendaftar beasiswa LPDP

Saya pribadi memilih untuk mendapatkan offer letter dulu baru kemudian mendaftar beasiswa LPDP. Sebenarnya, bisa saja dibalik karena LPDP tidak mewajibkan adanya offer letter—bahkan kita diberi waktu satu tahun untuk mendapatkan offer letter apabila sudah mendapatkan beasiswa LPDP.

Nah, lalu apa dan bagaimana cara mendaftar LPDP, tiga tulisan saya berikut semoga memberikan gambaran utuh:

  •     Apa dan Bagaimana Mendaftar LPDP?
  •     Tips dan Trik Wawancara dan LGD LPDP
  •     Fakta Menarik tentang LPDP
  •     Pengumuman kelulusan beasiswa LPDP

Pasca wawancara dan LGD, biasanya hanya butuh 1-2 pekan bagi LPDP untuk mengumumkan hasilnya.

Pasca Lulus LPDP

Ada beberapa tahapan lagi yang anda harus lalui pasca pengumuman kelulusan LPDP, diantaranya: mengurus surat perpindahan kampus (bagi yang pindah kampus), mengurus Letter of Sponsorship (LoS) untuk keperluan deposit kampus dan pembuatan visa, mengikuti program kepemimpinan, tanda tangan kontrak dengan LPDP, dan mengurus Letter of Guarantee (LoG). Tulisan berikut saya buat untuk merinci hal-hal tersebut:

  •     Mengurus Perpindah Kampus, LoS, dan LoG LPDP
  •     Program Kepemimpinan LPDP
  •     Unconditional offer letter /CAS

Apabila anda telah mensubmit seluruh persyaratan, termasuk LoS/LoG dari LPDP, anda akan mendapatkan kiriman email berisi CAS dari pihak kampus. CAS ini yang nantinya akan dibutuhkan untuk mengurus beberapa hal, seperti mengurus visa. Lebih lanjut tentang CAS, silakan baca: Apa itu CAS?

Membuat/memperpanjang pasport

Sudah banyak sekali tulisan mengenai cara pembuatan dan perpanjangan pasport. Hanya saja saya ingin bercerita sedikit tentang cara perpanjangan pasport online—yang ini orang belum banyak tahu. Silakan simak di Perpanjang Paspor Online.

Membuat visa

Tulisan mengenai cara membuat visa UK juga sudah sangat banyak di internet, di antaranya adalah tulisan sahabat saya berikut: di sini. Akan tetapi saya hanya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman mengurus visa via agen pada tulisan berikut: Mengurus Visa Melalui Agen. Pada tulisan tersebut saya juga muat tentang daftar pertanyaan yang diajukan ketika wawancara visa.

Mencari akomodasi

Simak tulisan saya tentang Mencari Akomodasi di Inggris untuk lebih jelasnya.

Memesan tiket

Untuk mempermuda awardee-nya, LPDP telah bekerjasama dengan sebuah travel agent. Bila anda telah mendapatkan visa dan telah mengikuti program kepemimpinan, segera saja menghubungi pihak travel tersebut dengan memuat rincian data diri dan rincian rencana perjalanan. Apabila sudah yakin, minta tolong langsung issued saja.

Menunggu keberangkatan

Nah, terakhir yang perlu anda lakukan adalah menunggu tanggal keberangkatan anda. Ada beberapa hal yang saya sarankan untuk dilakukan sebelum keberangkatan, diantaranya:

  1. Persiapkan segala sesuatunya yang perlu dibawa, baca tulisan saya Apa Saja  yang  Perlu Dibawa ke Inggris untuk lebih lengkapnya.
  2. Belajar dan asah kembali kemampuan academic writing dan speaking anda
  3. Belajar dan perdalam lagi research method yang akan anda gunakan
  4. Pahami sistem pendidikan di Inggris secara umum, ada di blog atdikbud London.

Sebagai penutup, saya ingin memberikan beberapa poin tips di dalam menjalani banyak langkah di atas:

  1. Rencanankan semuanya dengan rapi dan baik karena banyaknya kegiatan yg berdeadline, sehingga perlu merencana yang mana yang didahulukan dan diakhirkan. Mana yg bisa dilakukan secara paralel, maka lakukanlah.
  2. Saya mulai kursus di Pare (langkah no.3) pada Januari 2014. Setelah itu tahapannya tidak putus-putus sampai pada saat saya menulis artikel ini. Tips saya, fokuslah agar segala sesuatunya bisa maksimal. Saya pada tengah tahun ini sempat ragu untuk menolak tawaran riset bertemakan resilient city (gue banget) dari seorang profesor. Namun setelah melalui seluruh proses ini, saya merasa keputusan untuk menolak tawaran riset tersebut adalah tepat karena saya bisa fokus.
  3. Ada baiknya anda memisahkan email untuk pendaftaran kampus dan beasiswa dengan email untuk kebutuhan lain. Pengalaman saya pribadi, karena saya tergabung dalam beberapa milist yang cukup aktif, jadi pesan yang masuk cukup banyak dan cukup khawatir kalau ada email penting yang terlewat. Saran saya pribadi ada baiknya anda menggunakan Gmail dengan dua alasan. Pertama, karena nanti untuk PK LPDP menggunakan google group. Kedua, menurut saya gmail cendrung lebih aman. Pengalaman saya menggunakan yahoo, saya pernah terkena spam yang otomatis mengirimkan email spam ke kontak-kontak saya, termasuk para profesor yang ada. Jadi gak enakkan.
  4. Rapikan semua file terkait sehingga mudah untuk memanggilnya kembali. Buatlah per folder dan namai sesuai isinya. Berikut contoh penamaan folder saya:

Capture

Segitu dulu. Semoga hari-hari berikutnya saya diberi kemudahan untuk memenuhi tautan-tautan tulisan yang telah saya tuliskan pada poin-poin di atas.
Salam.

Muhammad Rezki H

Disalin dari http://rezki.id/langkah-phd-inggris/

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum ke Kampung Inggris

Melengkapi janji disini, aku bakal share tentang pengalamanku selama sebulan di Kampung Inggris. Here we go

– Pemilihan lembaga kursus

Kayaknya hal yang paling penting sebelum ke Kampung Inggris itu adalah milih lembaga kursus. Kursusan di Kampung Inggris itu banyak dan bener-bener beragam jenis dan fungsinya, jadi kita bener-bener harus make sure kursusan mana yang bakal kita pilih supaya ngga kecewa diakhirnya. Sepengalamanku, pasti pada bingung milih program apa buat yang pertama kali ke Kampung Inggris dari hasil googling dan tanya-tanya segitu lamanya, aku nyimpulin kayaknya (ini kayaknya loh ya) kalo kita mau ke Kampung Inggris lebih baik pilih Speaking. Kenapa speaking? Soalnya kalo kita mulai dari ambil program grammar, nanti kita akan mengalami kebingungan buat ngomong soalnya kita bakal terpaku sama Tenses. Kemarin aku milih Continue reading

Kampung Inggris (1)

Halo everybadeh! Aku akan bercerita pengalamanku jalan-jalan ke Jawa untuk menuntut ilmu di kampung Inggris (lebay deh padahal cuma dua minggu).

Seumur ini, aku belum bisa fasih berbicara bahasa inggris. Padahal, diam-diam (kalo diceritain kayaknya bukan diam-diam, tapi yasudahlah) aku menyimpan cita-cita untuk ambil S2 di eropa. Dan syarat beasiswa sekarang menuntut nilai TOEFL yang besar, kira-kira 550. Sementara aku sama sekali belum pernah ikut tes TOEFL dan nggak tau sebesar apa kapasitasku dalam berbahasa Inggris sekarang. Hal ini diperparah dengan tugas-tugas kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk mengambil referensi dari jurnal berbahasa inggris. Belum lagi ujian Kontrak Dagang dan ujian TJP full bahasa Inggris. Dengan skill bahasa inggris selevel Continue reading

pra-keberangkatan kampung inggris

“kampung inggris adalah sebuah kampung yang terletak di pare-kediri, sebenarnya kampung ini bukan lah seluruh bagiannya menggunakan bahasa inggris atau kampung yang seperti inggris. kampung ini biasa seperti kampung kampung yang lain namun yang membedakannya untuk menjadi luar biasa adalah banyaknya (hampir 150-an) lebaga kursus b.inggris di kampung ini”
 
hallo postingan gue kali ini seputar kampung inggris, kenapa ? karena hari ini insyaallah menjadi tepat h-4 keberangkatan gue ke kampung inggris di pare, kediri .

Continue reading

Welcome to Marvelous ~ Kampung Inggris Pare

24 desember 2013 aku memberanikan diriku berangkat sendirian ke kampung inggris pare,destinasi yang sudah aku rencanakan jauh hari di bulan sebelumnya tapi enggan terelesasikan hingga akhirnya di penghujung desember ketika aku lulus dan wisuda s1 kesempatan ini datang. Mungkin allah mengatur waktu terbaik untuk ku kesana dan ya i think that’s true..

Continue reading